TRANSFORMASI SAKRALITAS DAN PELAKSANAAN TRADISI NGEREBEG DI DESA ADAT SEMBUNG SOBANGAN

Penulis

  • Ni Made Dwi Andini Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Indonesia

Kata Kunci:

Transformasi, Tradisi Ngerebeg, Sakralitas, Pelaksanaan

Abstrak

Tradisi ngerebeg merupakan salah satu upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Adat Sembung Sobangan sebagai bentuk upaya menolak bala atau hal- hal negatif yang masuk ke Desa serta untuk memohon perlindungan kepada kekuatan niskala. Tradisi ini sudah diwariskan secara turun temurun dan menjadi bagian penting dalam struktur sosial dan spiritual masyarakat setempat. Dalam perjalanannya, pelaksanaan tradisi ngerebeg dari generasi ke generasi mulai mengalami transformasi khususnya dalam aspek waktu dan suasana pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk transformasi sakralitas yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi ngerebeg serta mengkaji implikasinya terhadap pemaknaan sakral dan nilai-nilai kontekstual dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci khususnya tetua adat dan masyarakat adat setempat yang mengalami secara langsung dinamika perubahan pelaksanaan tradisi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi ngerebeg yang terdahulu dilakukan tepat tengah malam yaitu pukul dua belas malam sedangkan pada masa kini pelaksanaan tradisi ngerebeg dimulai sekitar pukul enam sore atau saat menjelang malam. Suasana saat pelaksanaan upacara yang dahulu terasa hening dan gelap kini berubah karena keberadaan lalu lintas yang semakin padat serta penerangan modern. Meskipun demikian, masyarakat tetap menjaga kesakralan upacara dengan penuh kesadaran dan penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi. Adaptasi terhadap perkembangan zaman dilakukan tanpa menghilangkan makna spiritual dan tujuan utama dari tradisi ngerebeg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa transformasi waktu pelaksanaan tidak serta merta mengurangi sakralitas tradisi ngerebeg, melainkan menunjukkan kemampuan masyarakat dalam menjaga tradisi secara kontekstual dan relevan dengan kondisi masa kini.

Unduhan

Diterbitkan

31-01-2026