Jurnal Anamika | Jurnal Ilmiah Budaya, Agama, dan Seni
ISSN xxxx-xxxx | e-ISSN xxxx-xxxxDiterbitkan oleh Bianglala Semesta Consulting
Email: anamikajurnal@gmail.comOpen Access Journal | CC BY-SA 4.0
Double-Blind Peer Review | COPE
Archived in LOCKSS & CLOCKSS© 2025 Jurnal Anamika
Tentang Jurnal Ini

Jurnal Anamika merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada kajian budaya, agama, dan seni sebagai ekspresi nilai, identitas, dan spiritualitas manusia dalam masyarakat yang dinamis. Mengusung pendekatan interdisipliner, jurnal ini menjadi ruang dialog akademik yang terbuka bagi penelitian, refleksi konseptual, dan kajian kritis mengenai budaya, praktik keagamaan, serta ekspresi seni dalam konteks lokal, nasional, dan global. Jurnal Anamika berkomitmen untuk mengembangkan wacana ilmiah yang inklusif, reflektif, dan kontekstual dengan menempatkan kearifan lokal dan pengalaman kemanusiaan sebagai fondasi utama pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Makna dan Asal-usul “Anamika”
Istilah Anamika berasal dari bahasa Sanskerta yang secara harfiah berarti “tanpa nama tetapi eksis” atau “tidak terikat pada penamaan tertentu”. Dalam tradisi filsafat Timur, Anamika tidak dimaknai sebagai ketiadaan, melainkan sebagai simbol keterbukaan makna dan kelenturan realitas, di mana pengalaman manusia baik kultural, religiusitas, maupun estetik tidak selalu dapat direduksi ke dalam satu definisi atau kategori tetap. Konsep ini merefleksikan cara pandang yang memahami budaya, agama, dan seni sebagai fenomena hidup yang cair, kontekstual, dan terus mengalami penafsiran ulang.
Dalam konteks budaya, agama dan seni, Anamika merepresentasikan dimensi transendensi, transformasi, dan kebebasan ekspresi. Pengalaman religius sering kali melampaui bahasa dan konsep formal, budaya senantiasa berubah melalui negosiasi sosial, sementara seni lahir dari pengalaman batin dan imajinasi yang sulit dibatasi oleh definisi akademik semata. Oleh karena itu, Anamika menjadi spirit jurnal ini sebuah ruang ilmiah yang inklusif dan dialogis, yang membuka kemungkinan beragam tafsir, pendekatan, dan perspektif dalam memahami kompleksitas kehidupan kultural, religiusitas dan artistik manusia.
______________________________________________________________________________________________
About the Journal
Anamika Journal is an academic journal that focuses on the study of culture, religion, and the arts as expressions of human values, identity, and spirituality within dynamic societies. Adopting an interdisciplinary approach, the journal serves as an open forum for academic dialogue, welcoming empirical research, conceptual reflections, and critical studies on cultural life, religious practices, and artistic expressions in local, national, and global contexts. Anamika Journal is committed to advancing an inclusive, reflective, and contextual scholarly discourse by positioning local wisdom and lived human experience as foundational elements in the development of knowledge and culture.
Meaning and Origin of “Anamika”
The term Anamika originates from Sanskrit and literally means “no name but exist” or “unbound by specific designation.” Within Eastern philosophical traditions, Anamika does not signify absence or void, but rather symbolizes openness of meaning and the fluidity of reality, wherein human experiences cultural, religious, and aesthetic cannot always be reduced to a single definition or fixed category. This concept reflects a worldview that understands culture, religion, and the arts as living, contextual, and continually reinterpreted phenomena.
In the context of culture, religion, and the arts, Anamika represents dimensions of transcendence, transformation, and expressive freedom. Religious experience often exceeds the limits of language and formal concepts; culture continuously evolves through social negotiation; and art emerges from inner experience and imagination that resist confinement within rigid academic definitions. Accordingly, Anamika embodies the spirit of the journal itself as an inclusive and dialogical scholarly space that embraces diverse interpretations, approaches, and perspectives in engaging with the complexity of human cultural, religious, and artistic life.













